Deskripsi
Ada pertemuan yang datang begitu saja, lalu hilang tanpa sempat diberi nama. Ada pula seseorang yang pernah singgah dalam hidup kita, meninggalkan jejak yang tidak pernah benar-benar pergi meski waktu terus berjalan. Buku ini adalah kisah tentang sebuah nama yang tetap tinggal di sudut hati, tentang doa-doa yang terus berjalan meski tanpa alamat yang pasti, dan tentang harapan yang memilih bertahan ketika keadaan berkata sebaliknya. Berawal dari sebuah story Instagram yang terlihat sederhana, perjalanan ini perlahan membawa dua hati melewati jarak, kehilangan, penantian, dan berbagai musim kehidupan yang tidak selalu mudah.
Dikembalikan Oleh Waktu bukan sekadar cerita tentang cinta yang menemukan jalannya kembali. Ini adalah kisah tentang bagaimana Tuhan bekerja melalui cara-cara yang sering kali tidak kita pahami. Ketika seseorang yang pernah hilang ternyata kembali hadir pada waktu yang paling tepat. Ketika luka-luka perlahan berubah menjadi pelajaran. Ketika perpisahan yang dahulu terasa menyakitkan ternyata sedang mempersiapkan ruang bagi pertemuan yang lebih indah. Di dalamnya tersimpan surat-surat hati, catatan perjalanan, doa-doa panjang, serta refleksi tentang makna menunggu, melepaskan, dan percaya kepada takdir-Nya.
Melalui halaman-halaman ini, pembaca diajak menyusuri perjalanan seorang lelaki yang akhirnya memahami bahwa tidak semua yang hilang benar-benar pergi, dan tidak semua yang tertunda berarti tidak ditakdirkan. Sebab ada kisah yang sengaja disimpan oleh waktu, ada cinta yang dijaga oleh doa, dan ada pertemuan yang baru akan menjadi sempurna ketika Tuhan mengizinkannya terjadi. Sebuah kisah nyata tentang kehilangan, kepulangan, dan rasa syukur ketika akhirnya sampai kepada seseorang yang sejak awal telah dituliskan untuk menjadi rumah.






Ulasan
Belum ada ulasan.