Deskripsi
Indonesia adalah rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia, namun ironisnya, penggunaan layanan perbankan syariah masih belum optimal. Paradoks ini menjadi semakin nyata dan menggelitik di lorong-lorong kampus Islam. Mengapa para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam—yang setiap harinya fasih membedah teori larangan riba dan akad bagi hasil di ruang kuliah—sebagian besar justru lebih memilih menabung di bank konvensional dalam kesehariannya? Buku ini hadir untuk membongkar misteri kesenjangan antara luasnya pengetahuan di ruang kelas dengan praktik perilaku keuangan yang sesungguhnya.
Melalui riset yang tajam di lapangan, Ropendra menemukan fakta mengejutkan bahwa tahu saja ternyata tidak cukup. Memiliki literasi keuangan syariah yang baik tidak akan otomatis membuat generasi muda hijrah secara finansial jika tidak didukung oleh persepsi layanan yang praktis dan modern. Lebih dari itu, buku ini mengupas tuntas bagaimana religiusitas bekerja sebagai kekuatan spiritual yang mampu memperkuat niat menabung, namun di sisi lain, nilai-nilai agama terbukti tidak akan mampu menyelamatkan kualitas pelayanan bank yang dinilai buruk oleh nasabah.
Hadir untuk menjembatani jurang pemisah antara teori dan tindakan nyata, karya ini bukan sekadar kritik, melainkan sebuah peta jalan. Buku ini wajib dibaca oleh para akademisi, praktisi perbankan, pembuat kebijakan, dan tentunya generasi muda Muslim yang ingin menyelaraskan keyakinan spiritual dengan keputusan finansial yang cerdas di era digital. Saatnya kita berhenti sekadar mengagumi teori, dan mulai membangun ekosistem keuangan syariah yang benar-benar adil, relevan, dan bermakna.






Ulasan
Belum ada ulasan.